Wednesday, January 4, 2017

Flipflop Hostel, Penginapan Rasa Rumah di Bandar Lampung

Saat merencanakan liburan, penginapan merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan selain tiket dan destinasi yang hendak dikunjungi. Namun kebanyakan orang berpendapat bahwa memilih hotel yang penting berada di pusat kota atau yang dekat dengan destinasi yang hendak dituju, tanpa memikirkan kenyamanan saat beristirahat. Tak jarang juga orang menyewa satu kamar untuk diisi oleh lebih dari 2 orang. Jika sudah seperti itu, posisi tidur pun menjadi seperti ikan asin yang sedang dijemur. Saat kami merencanakan trip kami ke Bandar Lampung, kami sempat berpikir demikian. Kami memilih mencari hotel yang memiliki family room dengan 2 buah king beds hingga muat untuk kami bertujuh. Namun setelah dipikir-pikir, dengan posisi tidur yang seperti itu pasti istirahat kami kurang nyaman. Kalau badan udah pegal-pegal pasti aktivitas liburan pasti terganggu, bukan? Akhirnya kami mencari penginapan yang lebih nyaman dan kami menemukan FLIPFLOP Hostel.


  

Kami menemukan FLIPFLOP Hostel melalui Instagram sebuah resto yang mempromosikan hostel ini. Kami tertarik untuk menginap di hostel ini karena interior kamarnya yang cukup unik dan tidak kaku seperti hostel pada umumnya. Awalnya kami sempat ragu karena tidak menemukan hostel ini di google maps. Akhirnnya kami memutuskan untuk menghubungi FLIPFLOP Hostel melalui Line untuk menanyakan tipe kamar yang tersedia beserta harganya. FLIPFLOP Hostel terdiri dari 3 tipe kamar, yaitu 6 beds, 8 beds, dan private room. Untuk tipe kamar 6 beds dan 8 beds, biaya per orangnya saat promo Rp 89.000. Sedangkan biaya untuk tipe private room (untuk 2 orang) sebesar Rp 180.000 (harga normal Rp 220.000). Untuk biaya extra bed sebesar Rp 40.000.



Setelah bernegosiasi dengan pemilik hostel, kami memutuskan untuk mengambil 2 private rooms dengan biaya total Rp 400.000 (I know, kami tergiur oleh interior hostelnya sehingga kami tidak memikirkan tidur dengan posisi ikan asin hahaha) dan kami diizinkan untuk mengizi kamar tersebut untuk 7 orang (dimana maksimal untuk 2 kamar adalah 4 orang). Namun ketika hendak melakukan DP, kami diinfokan kalau 1 kamar sudah ditempati (which means kami terlambat melakukan payment). Pemilik hostel memberikan solusi untuk mengambil kamar dengan 6 beds dan diberi 1 free extra bed dengan biaya Rp 500.000 (seharusnya Rp 89.000 x 6 + Rp 40.000 = Rp 574.000). Tanpa berpikir panjang lagi kami langsung melakukan payment.

Kamar yang kami gunakan terdiri dari 6 tempat tidur dengan model bertingkat yang masing-masing tempat tidurnya disediakan 2 bantal, 1 selimut, dan 1 handuk. Tempat tidur yang "sendiri-sendiri" ini membuat tidur kami menjadi lebih nyenyak sehingga kami tidak merasa pegal-pegal. Juga terdapat TV Cable, AC, dan lemari penyimpanan. Ruangannya cukup besar sehingga kami tidak kesusahan untuk bergerak hahaha. Kamar mandi yang berada di dalam kamar juga bersih dan dilengkapi dengan shower. Tidak lupa interior didalam kamar yang tak kalah menarik dengan interior diluar kamar. Pemandangan dari balkon yang terdapat di lantai paling atas juga cukup bagus, bukit-bukit terlihat darisana. Saat pagi hari, aku bisa menghabiskan beberapa menit untuk duduk dipinggir jendela kamar hanya untuk melihat kursi taman yang berada di depan coffee shop atau melihat daun-daun dari pohon yang berada didepan hostel. It's just so relaxing hehehe.












The view from balcony


My morning view

My favorite corner
Selain interiornya yang menarik, FLIPFLOP Hostel berlokasi di daerah yang cukup strategis. Hanya 11 menit dari Stasiun Kereta Api Tanjung Karang. Tempat makan di dekat FLIPFLOP Hostel juga cukup banyak. Untuk sarapan pagi, disebelah hostel ada yang menjual nasi uduk dan jika jalan ke jalan besar sedikit ada yang menjual mie  ayam. Untuk makan siang dan makan malam, persis disamping hostel juga terdapat Granny's Nest Cafe and Resto (interior ala shabby chic dan makananya enak + murah), pecel lele kaki lima, hingga Pizza Hut. Kalau mau nongkrong sambil minum kopi, persis dibawah hostel terdapat coffee shop yaitu Flambojan. Didepan hostel juga terdapat laundry, jadi gak perlu pusing kalau mau cuci baju. 




at Granny's Nest (forgot to bring my camera when we had dinner there)

FLIPFLOP Hostel juga menyediakan rental mobil beserta supir. Biaya per harinya Rp 400.000 (sudah termasuk bensin). Nominal tersebut tergolong murah karena kami sempat mencari rental mobil yang belum termasuk supir dan bensin dikenakan biaya Rp 350.000. Untuk menjemput dan mengantarkan ke stasiun hanya dikenakan biaya Rp 50.000.  Ada 2 orang yang mengantar kami selama berada di Bandar Lampung, Mas Iqbal dan Mas Agung. The thing that shocked us was Mas Iqbal is the owner of the car rental hahaha. Both of them was very nice and cooperative. Sesekali mereka juga memberikan saran tempat wisata.

Pelayanan di FLIPFLOP Hostel juga sangat memuaskan. Mulai dari penjaga hostel, Mas Agung, yang siap sedia 24 jam (seperti membantu menutup pintu kamar, membenarkan aliran air, atau mencari sarapan yang masih buka saat sudah bukan waktunya sarapan hahaha), hingga owner Mas Santos (memberikan referensi tempat wisata dan menghampiri kami saat sedang makan di Granny's Nest untuk memberikan diskon 10%) dan mba Iis (memberikan diskon hostel dan mengantarkan kami ke stasiun). 

Jadi kalau kamu sedang mencari penginapan murah dan nyaman di Bandar Lampung, FLIPFLOP Hostel is highly recommended! Thank you so much, FLIPFLOP Hostel, for the warm hospitality. We could rest well :)


FLIPFLOP Hostel
Jl. Pulau Sebuku No. 9 Antasari
Bandar Lampung 35133
0811252557 / 081369240888
Instagram: @flipflop_hostel

Lampung Trip Part 2 : Muncak Tirtayasa, Little Europe, Alam Wawai

Destinasi pertama kami di hari ke 3 adalah Teropong Muncak Tirtayasa yang terletak di Kabupaten Pesawaran. Jarak menuju tempat ini dari Tanjung Karang yaitu sejauh 13km yang ditempuh dengan waktu kurang lebih 34 menit. Jalan saat memasuki gerbang Teropong Muncak Tirtayasa cukup menanjak dan belum seluruh jalan diaspal. Kiri dan kanan jalan juga belum ada tembok atau tiang pengaman sehingga perlu hati-hati karena medan yang kurang baik. Biaya untuk memasuki Teropong Muncak Tirtayasa tergolong murah. Hanya dengan Rp 5.000, kamu sudah bisa menikmati pemandangan Bandar Lampung dan pulau-pulau disekitarnya dari atas gunung Muncak. Ada beberapa spot untuk berfoto. Spot terbaik menurut saya adalah yang berada diatas pohon, sepertinya adem untuk melihat pemandangan dari atas sana berhubung spot lainnya cukup panas karena kurang ada "pelindung" dari terik matahari. Unfortunately, I didn't go there since the queue was quite long. Disana juga tersedia minuman dan makanan instan. Kami tidak terlalu lama disana karena waktu sudah menunjukan jam makan siang.














Setelah mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya yaitu Little Europe yang berada di dalam Perumahan Citra Garden. Little Europe ini terletak di daerah Telukbetung dan memakan waktu 25 menit dari Teropong Muncak Tirtayasa. Bangunan warna-warni bergaya Eropa menjadi daya tarik kami untuk mengunjungi tempat ini. Selain untuk berfoto-foto ria, di Little Europe ini juga tersedia beragam cafe dan resto sehingga cocok untuk tempat bersantai dan berkumpul bersama teman atau keluarga sembari menunggu matahari terbenam.












Destinasi terakhir pada hari ke 3 ini adalah Alam Wawai yang terletak di Tanjung Karang Barat. Waktu tempuh menuju lokasi ini dari Little Europe adalah 17 menit. Biaya untuk memasuki wisata alam ini sebesar Rp 15.000 dan kamu akan mendapatkan teh botol gratis. Alam Wawai merupakan camping ground dan terdapat sebuah amphitheatre yang menjadi tempat pementasan atau menghidupkan api unggun. I think this is the best place I have ever been in Bandar Lampung! Tempatnya sangat alam banget. Walaupun matahari cukup terik, namun disini terasa begitu sejuk dan sesekali angin berhembus manja hahaha. Sangat cocok kalo kamu mau menghirup udara segar dan suka dengan wewangian daun dan pohon seperti saya. Kamu juga bisa piknik disana dan free charge kalo kamu mau membawa makanan dari luar. Disini juga kamu bisa menikmati pemandangan Bandar Lampung dari atas. Saran saya kalau berkunjung ke Alam Wawai gunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh yaa (lengan panjang dan celana / rok panjang) karena nyamuk disana cukup sadis gigitnya hahaha.




























Sebelum kembali ke hostel tempat kami menginap, kami mampir ke Bakso Son Hajisony yang terletak di Jl. WR. Monginsidi. Kata orang sih belum afdol kalo ke Bandar Lampung tidak makan Bakso Sony. Walaupun di Palembang sudah ada cabangnya, kami tetap mau mencoba yang aslinya. Harga semangkok bakso yaitu Rp 15.000. Disana juga tersedia paket bakso untuk oleh-oleh but I forgot the price hehehe.


Besoknya merupakan hari terakhir kami di Bandar Lampung yang kami gunakan untuk membeli oleh-oleh. Oleh-oleh khas Bandar Lampung yang paling terkenal adalah keripik pisangnya. Kami membeli oleh-oleh di Toko Manisan Yen-Yen yang terletak di Teluk Betung Selatan. Selain Toko Manisan Yen-Yen juga terdapat toko lainnya yang menyedikan oleh-oleh khas Bandar Lampung, jadi bisa dipilih sesuai selera. Setelah membeli oleh-oleh, kami memutuskan menghabiskan waktu di mall terbaik di Bandar Lampung yaitu Mall Boemi Kedaton. Membutuhkan waktu 30 menit menuju Mall ini. Mall ini cukup lengkap, namun tidak sebesar mall di Palembang seperti Palembang Icon. Setelah berkeliling tanpa tujuan dari lantai paling bawah sampai ke lantai paling atas, kami memutuskan untuk mengisi perut dengan makanan ringan. Since we were running out of money, kami memutuskan makan di sebuah kios dimsum yang berada di deretan food court (forgot the name hehehe). Dimsum dan minuman yang dijual serba Rp 10.000. Tergolong murah bukan? Setelah itu kami pulang ke hostel dan berkemas karena besok pagi harus kembali ke Palembang.

Banyak destinasi wisata yang tidak jadi kami kunjungi karena jaraknya yang cukup jauh. Berikut list destinasi yang mungkin bisa kamu kunjungi jika ke Bandar Lampung :
4. Teluk Kiluan, Tanggamus (bisa melihat lumba-lumba saat pagi hari)

Destinasi kuliner Bandar Lampung :
10. Pecel Lele Bu Gendut

That's all journal trip kali ini. Semoga bisa berguna buat kamu yang mau mengunjungi Bandar Lampung yang kaya akan destinasi wisata. Jangan lupa jaga kebersihan dan kelestarian tempat yang kamu kunjungi ya :)

xx,
Meitha.